"SAKA KALPATARU" Kwarcab Probolinggo In Action
Dok. Kwarcab Probolinggo
17-04-2026
16
30
114
.jpeg)
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat edukasi dan kesadaran iklim dengan menyasar kalangan pelajar. Salah satunya dengan memberikan Sosialisasi Dampak Perubahan Iklim dan Pengelolaan Lingkungan Hidup bagi Siswa/ Anggota Pramuka oleh Tim Saka Kalpataru Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo. Sosialisasi dilakukan di SMAN 1 Kraksaan (2 Desember 2025), SMKN 2 Kraksaan (3 Desember 2025) dan SMAN 1 Gending (4 Desember 2025).
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran anggota Pramuka tentang dampak serius perubahan iklim (climate change) serta pentingnya pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Peserta dibekali pengetahuan dasar mengenai penyebab perubahan iklim, terutama peningkatan konsentrasi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia, dan bagaimana fenomena ini memicu kenaikan suhu global.
.jpeg)
Dampak yang dibahas meliputi:
- Peningkatan frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem (banjir, kekeringan, gelombang panas)
- Kenaikan permukaan air laut.
- Ancaman terhadap keanekaragaman hayati
Anggota Pramuka diajak untuk memahami dua strategi utama dalam menghadapi krisis iklim yaitu Mitigasi dan Adaptasi. Mitigasi adalah Upaya untuk mengurangi sumber gas rumah kaca (GRK) seperti Pengurangan penggunaan listrik/energi fosil, kampanye penanaman pohon (reboisasi), menggunakan transportasi publik atau sepeda. Kemudian strategi yang kedua adalah Adaptasi yaitu Penyesuaian terhadap dampak yang sudah terjadi atau diperkirakan akan terjadi. Misalnya Membangun biopori untuk resapan air, membuat sistem panen air hujan (rain harvesting), menanam jenis tanaman yang tahan kekeringan atau banjir.
.jpeg)
Sebagai dari ajakan bertindak, peserta diajak untuk menuliskan kegiatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang telah dan ingin dilakukan, antara lain:
Hemat Energi
Mematikan lampu dan peralatan elektronik saat tidak digunakan.
Pengelolaan Sampah
Menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan melakukan pemilahan sampah.
Penghijauan
Mengadakan kegiatan penanaman dan pemeliharaan pohon/tanaman di lingkungan sekolah (Misalnya, membuat apotek hidup atau kebun sekolah).
Biopori dan Komposting
Membuat lubang biopori untuk meningkatkan penyerapan air dan mengolah sampah organik menjadi kompos.
Edukasi
Menjadi duta lingkungan untuk menyebarkan kesadaran kepada teman dan keluarga.
Sosialisasi ini diakhiri dengan komitmen bersama dari anggota Pramuka untuk menjadi Agen Perubahan yang aktif dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, sesuai dengan Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka, khususnya poin Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia. Anggota Pramuka diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk menciptakan lingkungan sekolah yang Bersih, Hijau, dan Sehat (BHS). Melalui program ini, DLH berupaya menanamkan kesadaran bahwa tanggung jawab terhadap bumi adalah kewajiban bersama.